Sabtu, 10 Mei 2014

Etika Profesi Dalam Teknologi Informasi

Teknologi Informasi adalah salah satu sarana yang dapat memudahkan dalam pencarian informasi serta memudahkan pula dalam berkomunikasi. Akan tetapi dalam penggunaannya tetap harus memperhatikan beberapa etika, karena menggunakan TIK pada dasarnya adalah kita berhubungan dengan orang lain dan berhubungan dengan orang lain membutuhkan kode etik tertentu. Berikut beberapa etika yang harus diperhatikan dalam penggunaannya Teknologi Informasi :
  1.  Menggunakan fasilitas Teknologi Informasi untuk melakukan hal yang bermanfaat 
  2. Tidak memasuki sistem informasi orang lain secara illegal 
  3. Tidak memberikan user ID dan password kepada orang lain untuk masuk ke dala m sebuah sistem. Tidak diperkenankan pula untuk menggunakan user ID orang lain untuk masuk ke sebuah sistem
  4.  Tidak mengganggu dan atau rusak sistem informasi orang lain dengan cara apapun
  5.  Menggunakan alat pendukung TIK dengan bijaksana dan merawat dengan baik 
  6. Tidak menggunakan TIK dalam melakukan perbuatan yang melanggar hukum dan norma-norma yang berlaku di masyarakat
  7. Menjunjung tinggi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Mialnya, pencantuman url website yang menjadi referensi tulisan kita baik di media cetak atau elektronik
  8. Tetap bersikap sopan dan santun walaupun tidak betatap muka secara langsung
Contoh Profesi di bidang IT disertai Etika

Misal seseorang yang berprofesi sebagai Web designer, yaitu orang yang melakukan kegiatan perencanaan, termasuk studi kelayakan, analisis dan desain terhadap suatu proyek pembuatan aplikasi berbasis web. Seorang web desaign harus mengacu kepada 4 etika sebagai web developer yang baik, berikut point-pointnya:
  • Reability
    Seorang web developer memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa proyeknya bisa selesai dan bisa digunakan oleh kliennya. Apabila seorang web developer memiliki keragu-raguan atas kemampuannya menyelesaikan sebuah proyek, ia wajib menginformasikan hal tersebut di awal pengerjaaan. Adalah pelanggaran etika yang sangat buruk apabila proyek yang belum rampung ditinggalkan oleh sang developer. 
  • Confidentialy
    Dalam sebuah proyek website, seorang web desainer pasti akan menggunakan akses code dan username untuk berbagai hal ( CMS, CPanel, Spanel, FTP ) yang bisa didapatkan dari klien ataupun dari perusahaan hosting. Adalah merupakan kewajiban web developer untuk menyimpan baik data tersebut selama proyek berlangsung dan MELAKUKAN SERAH TERIMA RESMI DATA – DATA TERSEBUT setelah proyek konstruksi selesai. Toh kalau misalnya kliennya lupa, tinggal minta ISP untuk reset. 
  • Usability
    Sebuah website harus dibuat supaya useful / berguna, bukan terserah keinginan kliennya. Sama seperti seorang kontraktor bangunan, harus bertanggung jawab membuatkan rumah yang ada pintu dan atapnya. Pertama, fungsi – fungsi yang ada di situs harus bisa berguna bagi pengunjung dan bagi klien. Contoh: Pengunjung bisa mencari isi situs dan klien bisa melihat data pengunjung yang telah mengisi contact form 
  • Longevity
    Setelah sebuat website selesai, tugas anda dan klien anda baru selesai SETENGAH. Kenapa? Karena supaya sebuah website bisa berfungsi awet ada beberapa persyaratan wajib. Yaitu: 1. Keterlibatan klien dan 2. SEO. Website yang tidak diupdate / interaktif akan dilupakan oleh kliennya dan website yang tidak melakukan SEO akan sepi pengunjung.
     
Sumber:
http://blackcrowsd.blogspot.com/2013/04/contoh-etika-profesi.html#ixzz31EptbG3a
http://team88-wawasansosial.blogspot.com/2011/11/kode-etik-seorang-web-desain.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar