Senin, 08 Oktober 2012

Mengupayakan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Internasional



Kita tahu bahwa bahasa internasional yang saat ini digunakan adalah bahasa Inggris, dari semua  penjuru dunia semua memakai bahasa inggris untuk berkomunikasi antar negara. Bahasa inggris telah diakui oleh dunia sebagai bahasa internasional, siapapun yang ingin mengikuti arus global harus menguasai bahasa inggris. Yang menjadi pertanyaan kenapa tidak bahasa Indonesia yang menjadi nahasa internasional? Apakah bahasa Indonesia tidak memenuhi standar bahasa internasional?

Sejarah bahasa inggris sebagai bahasa internasonal
Bahasa inggris merupakan bahasa yang diresmikan sebagai internasional saat ini. Ternyata bahasa yang dijadikan sebagai alat komunikasi secara internasional itu berdasarkan dengan perkembangan jumlah kosa
kata yang ada dalam bahasa tersebut, berikut mungkin salah satu alasan kenapa bahasa inggris dijadikan bahasa Internasional. Bahasa inggris merupakan bahasa tertua di dunia tercipta pada abad ke 8. Selain bahasa tertua  di dunia bahasa inggris mempunyai perkembangan kosa kata yang sangat pesat. Di Eropa tempat muasal bahasa Inggris, bahkan harus bersaing dengan bahasa nasional lainnya seperti bahasa Prancis, bahasa Spanyol, bahasa Jerman dan bahasa Rusia. Sekedar tambahan di benua Eropa, bahasa Inggris hanya dijadikan bahasa resmi di kawasan Britania Raya yang meliputi Inggris Raya dan Irlandia. Menurut riset peneliti Havard University penambahan kosa kata bahasa inggris bisa mencapai 8500 kata per tahun. Sedangkan kosa kata bahasa Indonesia berjumlah sekitar 91.000 kosa kata, tapi tidak menutup kemungkinan bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional.

Keunggulan bahasa Indonesia layak menjadi bahasa internasional
Bahasa Indonesia adalah bahasa yan unik, yang memiliki cirri khas tertentu bila dibandingkan dengan bahasa lain. Kita ketahui, pembentukan bahasa Indonesia dari keesepakatan bersama yaitu kesepakatan para pemuda Indonesia yang dikenal dengan sumpah pemuda yang dideklarasikan pada tanggal 28 oktober 1928, salah satunya berbunyi “Berbahasa satu bahasa persatuan Indodonesia”. Keunikan bahasa indonesia inilah yang menjadi keunggulan mengapa bahasa indonesia layak menjadi bahasa internasional. Selain keunggulan secara historis bahasa Indonesia memiliki keunggulain yang lain. Secara politik bahasa Indonesia memiliki peluang strategis karena dalam konferensi Liga univesitas Islam sedunia yang diselegarakan di ISID (Institut Studi Islam Darussalam) Gontor pada tanggal 9-11 januari 2011 melahiunrkan beberapa rekomendasi salah satunya adalah salah satu rekomendasi adalah mengusulkan Bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa internasional di negara-negara Islam selain bahasa Arab karena perkembangan bahasa Indonesia di timur tengah cukup maju. Beberapa universitas di negara timur tengah sudah membuka jurusan Bahasa Indonesia, misalnya di Mesir dan Syiria. Keunggulan Bahasa Indonesia yang lain yaitu banyaknya jumlah penutur. Jumlah penutur bahasa Indonesia sekitar 200 juta penutur dan belum ditambah dengan peunggunaan bahasa melayu di Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam. Dari jumlah penutur bahasa Indonesia kalah dengan penutur bahasa Mandarin, tetapi jumlah sekitar 200 juta jiwa ini mampu mengalahkan penutur bahasa internasional yang lain yaitu bahasa Rusia dan Perancis. Tren orang asing menggunakan bahasa Indonesia memang makin tinggi. Hal ini didukung juga dengan upaya pemerintah memperkenalkan bahasa Indonesia pada dunia. Saat ini Indonesia memiliki 150 pusat bahasa dan kebudayaan Indonesia di 48 negara. Tokoh penting di dunia juga ada yang bisa berbahasa Indonesia, salah satunya presiden Amerika Serikat Barack Obama. Hal itu juga turut mengkampanyekan bahasa Indonesia di seluruh dunia. Dari kosa kata bahasa Indonesia juga lebih mudah dihafal karena di dalam bahasa Indonesia banyak menyerap kosa kata asing misalnya dari bahasa Inggris dan latin. Bahasa Indonesia relatif mudah beradaptasi dengan istilah-istilah asing dengan melakukan penyerapan, termasuk istilah Inggris yang seiring waktu kemudian diserap menjadi bahasa Indonesia . Sehingga bagi orang asing yang belajar bahasa Indonesia tidak perlu repot-repot menghafal kosa kata tertentu. Kosa kata tersebut sedikit modifikasi sudah menjadi bahasa Indonesia. Kata-kata serapan asing misalnya Computer = Komputer, Organization = Organisasi, Nationalism = Nasionalisme, Paradigm = Paradigma dll. Keunggulan lain yang menjadi potensi adalah penulisan bahasa Indonesia menggunakan huruf latin yang universal. Ini tentu berbeda dengan bahasa lain misalnya China, Arab, Jepang, atau korea. Maka dalam mempelajarinya tidaklah terlalu rumit atau membututuhkan waktu yang cukup lama. Walaupun menggunakan huruf latin, dalam penulisan tertentu bahasa Indonesia tidak menggunakan huruf yang bersifat khas seperti yang diterapkan di beberapa negara eropa. Bahasa Indonesia di beberapa negara tertentu bukanlah menjadi bahasa yang asing. Hal ini berkaitan dengan faktor banyaknya interaksi warga negara Indonesia yang tersebar di berbagai negara. Adanya TKI langsung atau tidak langsung turut membantu tersebarnya bahasa Indonesia.
Di beberapa negara juga ada yang mengajarkan tentang bahasa Indonesia. Di Australi, bahasa Indonesia merupakan bahasa paling populer keempat. Ada kurang lebih 500 sekolah pada tingkat pendidikan dasar yang mengajarkan bahasa Indonesia di negara kanguru ini. Sama seperti di Negara kita, Bahasa Indonesia adalah bahasa yang wajib dipelajari di tingkat sekolah dasar. Beberapa universitas di Australia ini juga ada yang menyediakan jurusan bahasa atau sastra Indonesia, hal ini membuat Australia menjadi salah satu negara yang paling populer mengembangkan bahasa Indonesia.
Salah satu Negara di benua Afrika, yaitu Mesir tercatat sebagai negara yang paling utama mengembangkan bahasa Indonesia. Negara piramid  tersebut baru saja membangun pusat studi Indonesia. Pusat studi ini ada di  Suez Canal University, dan merupakan langkah awal untuk lebih mendalami Indonesia dari semua aspek, mencakup ideologi, politik, sosial dan budaya, ekonomi dan pertahanan keamanannya.
Di Jepang, di negara matahari terbit ini sudah lama didirikan pusat-pusat studi Indonesia. Salah satunya yang didirikan oleh Nihon-Indonesia Gakkai atau Perhimpunan Pengkaji Indonesia Seluruh Jepang tahun 1969. Anggota organisasi ini terdiri dari kalangan akademisi Jepang yang mengajar bahasa dan berbagai aspek tentang Indonesia di berbagai Universitas di Jepang. Sejak tahun 1992 organisasi ini mulai melakukan ujian kemampuan Bahasa Indonesia. Sampai sekarang tercatat sudah lebih dari 12.500 peserta yang telah mengikuti tes kemampuan berbahasa Indonesia dalam berbagai level atau tingkatan. Saat ini ada beberapa Universitas di Jepang yang membuka jurusan bahasa Indonesia, antara lain Universitas Kajian Asing Tokyo, Universitas Tenri, Universitas Kajian Asing Osaka, Universitas Sango Kyoto, dan Universitas Setsunan. Sementara yang mengajarkan bahasa Indonesia sebagai mata kuliah pilihan ada lebih dari 20 perguruan tinggi di Jepang.
Di Vietnam juga merupakan negara yang menghargai bahasa Indonesia. Di Vietnam, posisi bahasa Indonesia sejajar dengan bahasa Inggris, Perancis dan Jepang sebagai bahasa resmi yang diprioritaskan. Bahkan sejak akhir 2007, pemerintah daerah Ho Chi Minh City menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kedua setelah bahasa Vietnam, menempatkan Vietnam sebagai negara kedua setelah Indonesia yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi. Dan mungkin masih banyak lagi di negara-negara lain mengajarkan bahasa Indonesia, apakah itu masih tidak cukup untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional?

Hambatan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional
Berdasarkan makalah Masnur Muslich menyebutkan bahwa hambatan bahasa Indonesia sekarang ini dibagi menjadi dua aspek yang pertama yaitu kualitas SDM Indoneia. Dengan rendah nya kualitas SDM indonesia menyebabkan susahnya mengembangkan bahasa Indonesia. Dalam penggunaan bahasa banyak orang Indonesia yang belum mampu berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal ini akan menghambat pengakuan bahasa Indonesia sebagai bahasa Internasional. Dikutip dari kompasiana pada pelaksanaan ujian nasional SMP/SMA, kegagalan ujian bahasa Indonesia mencapai 30 persen. Sebaliknya, kegagalan di ujian bahasa Inggris berkisar 5 persen. Bagaimana mungkin sebuah bahasa dijadikan bahasa dunia tapi penutur aslinya tidak menguasai.
Hambatan yang kedua yaitu paradigma masyarakat tentang penggunaan bahasa asing sebagai gengsi sosial. Sebuah tren penggunaan bahasa daerah dikalahkan oleh bahasa Indonesia dan penggunaan bahasa Indonesia dikalahkan oleh bahasa Inggris. Orang banyak berfikir bahwa menggunakan bahasa asing yaitu bahasa inggris menunjukan gengsi sosial yang tinggi dan dianggap orang berpendidikan. Teori ini sebenarnya salah, dan tren ini dapat dilihat dengan berkembangnya sekolah-sekolah berstandar internasioanal yang menggunakan bahasa Inggris sebagi bahasa pengantarnya. Hambatan lain dari bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional yaitu daya tawar politik dan ekonomi yang rendah. Kesiapan bahasa menjadi bahasa Internasional yang digunakan banyak negara bergantung pada seberapa besar ketergantungan terhadap bahasa tersebut dalam berbagai aspek, seperti ekonomi, sosial, dan budaya.

Peluang bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional
PBB pada tahun 2011 lalu menolak bahasa Jerman menjadi bahasa internasional karena hanya dipakai di Jerman. Mengindikasi Peluang bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional. Beda dengan bahasa Indonesia yang sudah banyak digunakan di berbagai negara. Ketika sebuah bahasa dijadikan bahasa internasional bukan hanya primordial atau kebanggaan saja, namum ketika sebuah bahasa sudah diresmikan memiliki sebuah nilai strategis. Bahasa Indonesia memiliki peluang yang tinggi untuk menjadi bahasa Internasional. Peluang bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional yaitu di lihat dari perkembangan bahasa indonesia. Tren orang asing menggunakan bahasa Indonesia memang makin tinggi. Hal ini didukung juga dengan upaya pemerintah memperkenalkan bahasa Indonesia pada dunia. Saat ini Indonesia memiliki 150 pusat bahasa dan kebudayaan Indonesia di 48 negara. Hal ini menunjukan persebaran dan perkembangan bahasa Indonesia yang pesat. Perkembangan bahasa Indonesia yang pesat ini merupakan peluang karena menunjukan bahasa Indonesia sudah dikenal diseluruh dunia dan bahasa Indonesia tidak asing lagi. Peluang yang kedua adalah bahasa ini digunakan oleh empat negara bukan hanya satu negara sehingga jumlah penutur nya sangat besar mampu menandingi bahasa Internasional yang sekarang sudah di akui yaitu Rusia dan perancis. Selain itu peluang lain bahasa Indonesia adalah dari segi bahasa bahasa ini mudah dipahami, jadi baagi orang asing yang bahasa ibunya bukan bahasa Indonesia dalam beberapa bulan bisa melakukan percakapan sederhana. Berbeda dengan Bahasa Inggris, yang mengunakan tenses dalam struktur tata bahasanya. Penulisan bahasa Indonesia yang menggunakan huruf Latin, kata menjadikannya lebih mudah dipelajari siapa pun dibandingkan misalnya bahasa Jepang atau Mandarin yang menggunakan simbol dan tanda yang khas.

Peluang bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi ASEAN
Pada masa depan bahasa Indonesia berpotensi menjadi jembatan penghubung antarbangsa, terutama di kawasan ASEAN. Sebagai negara yang besar Indonesia mempunyai kedudukan yang penting di ASEAN. Oleh karena itu, bahasa Indonesia sebetulnya dapat diusulkan menjadi bahasa utama di organisasi itu. Sebagaimana diketahui, selama ini bahasa pengantar yang digunakan pada konfrensi-konfrensi ASEAN adalah bahasa Inggris. Itu terdengar miris karena kawasan ASEAN didominasi bahasa Melayu, yang struktur bahasanya mirip dengan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia atau bahasa Melayu menjadi bahasa resmi setidaknya di 4 negara yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam. Jadi cukup beralasan untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai pendamping bahasa Inggris. Faktor lain yang menjadi alasan bahasa Indonesia layak dijadikan bahasa resmi kawasan ASEAN yaitu bahasa Indonesia merupakan bahasa yang paling banyak di gunakan di kawasan ASEAN. Dari sekitar 550 juta lebih penduduk ASEAN, sekitar 300 juta mereka bertutur menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Melayu. Bahasa Melayu merupakan cikal bakal dari bahasa Indonesia modern. Bahasa ini digunakan dalam percakapan sehari-hari di negara Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand Selatan, dan sebagian Filipina Selatan. Karena struktur bahasa melayu mirip dengan bahasa Indonesia, besar kemungkinan bahasa Indonesia dapat diterima di negara-negara itu. Sektor ekonomi makro di Indonesia yang berkembang pesat menjanjikan lahan investasi bagi investor asing. Itulah pintu gerbang untuk mengenalkan bahasa Indonesia kepada dunia. Dan juga produk sosial dan budaya Indonesia yang tersebar di negara-negara ASEAN dapat menjadi media mengenalkan bahasa Indonesia.
Pertimbangan lain bahasa Indonesia sudah masuk dalam kurikulum di beberapa negara di dunia seperti di Australia, Australia sendiri berniat ingin menjadi anggota ASEAN. Kabar lainnya bahasa Indonesia juga dipelajari di negara Vietnam, bahkan di Kamboja bahasa Indonesia cukup terkenal karena beberapa tahun silam ribuan pasukan penjaga perdamaian dari indonesia pernah bertugas di Kamboja. Jika rencananya ini berhasil maka jalan untuk mempersatukan ASEAN salah satunya lewat bahasa akan menjadi semakin mudah. Bahasa Indonesia menjadi identitas baru di kawasan regional ASEAN, suatu kawasan yang kelak menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru dunia. Hanya saja, upaya dalam memujudkan itu harus menemui beberapa kendala. Namun, kendala utamanya justru bukan berasal dari bahasa Indonesia itu sendiri, melainkan dari sikap penuturnya. Sebagaimana diketahui, kedudukan bahasa Indonesia di rumahnya sendiri masih belum mantap. Dominasi bahasa asing, seperti bahasa Inggris dan bahasa mandarin, yang berkembang beberapa dekade ini telah sedikit demi sedikit menggeser posisi bahasa Indonesia di hati masyarakat. Itu tampak jelas dalam pidato kenegaraan atau kalimat pada iklan, yang banyak dibumbui campur kode antara bahasa Indonesia dan bahasa asing. Oleh sebab itu, kecintaan berbahasa Indonesia perlu dipupuk dan dipelihara. Salah satu caranya adalah menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Slogan itu sebetulnya suatu ajakan agar kita menggunakan bahasa pada tempat dan situasi yang tepat. Maka, kita tidak perlu menggunakan ragam baku di pasar tradisional, stasiun, atau terminal karena konteksnya memang tidak tepat. Jadi, mari kita belajar mencintai bahasa Indonesia dengan menuturkannya pada konteks yang sesuai.
Peluang bahasa Indonesia untuk menjadi bahasa utama ASEAN sebetulnya masih terbuka lebar. Upaya itu perlu mendapat dukungan dari penuturnya. Jadi, mari kita bangga menggunakan bahasa Indonesia. Semoga harapan bahwa bahasa Indonesia menjadi bahasa utama di ASEAN dapat terwujud. Dengan diterimanya bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi di ASEAN akan lebih mempermudah komunikasi bisnis diantara rakyat di kawasan ini dan akan mendekatkan lagi bahasaa Indonesia sebagai bahasa internasional.


Ref :



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar